Monday, February 18, 2008

Usai Berkelahi, Siswa SD Blotongan Tewas

19 Februari 2008

SM/Surya Yuli P WARGA MELAYAT: Warga dan para guru melayat Heru Saputra, siswa kelas 4 SDN Blotongan 03, Salatiga yang diduga meninggal setelah berkelahi dengan teman sekelasnya. Inset: Heru Saputra. (57)

Heru Saputra (10), siswa kelas 4 SDN Blotongan 03 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga ditemukan pingsan di dalam kelas dan akhirnya meninggal, setelah dilarikan ke puskesmas dan RSUD, Senin (18/2). Putra pasangan Rahman dan Marfuah, warga Dukuh Brajan Blotongan itu, meninggal setelah berkelahi dengan teman sekelasnya.

SENIN pagi kemarin, setelah istirahat sekolah sekitar pukul 09.00, Heru dan teman sekelasnya memulai pelajaran yang diasuh oleh guru kelas 4, Hery Darmanto. Saat itu Hery meminta muridnya mengerjakan tugas menyelesaikan soal-soal IPA.

Kebetulan pada jam yang bersamaan, Hery mendapat tugas dari kepala SDN Blotongan 03 untuk mendidik sejumlah murid yang tergabung dalam Pramuka Siaga, yang akan dipersiapkan untuk lomba se-Kota Salatiga beberapa hari mendatang. Latihan berlangsung di halaman sekolah yang berada tepat di depan ruang kelas 4.

Entah bagaimana awalnya, di dalam kelas yang berjumlah 27 murid itu, terjadi ejek-mengejek antara Heru dan seorang siswa berisial IHS. IHS diketahui merupakan kerabat Heru, karena orang tuanya masih memiliki hubungan saudara.

Heru diejek bila nilai salah satu tes yang telah dibagikan oleh guru, jelek. Tidak terima dengan ejekan itu, terjadi perkelahian antara Heru dengan IHS. Murid di kelas itu menganggap wajar perkelahian seperti itu, apalagi sebelumnya kerap terjadi pertengkaran serupa.

Dalam perkelahian itu korban mendapat pukulan di bagian perut dan mata, hingga akhirnya tersungkur. Karena Heru mendadak tidak sadarkan diri, murid lainnya panik. Mereka khawatir terjadi sesuatu terhadap anak yang mendapat julukan, Heru ’’Ingus’’ itu.

’’Setelah dipukul perut dan bagian matanya, Heru langsung pingsan dan tidak sadarkan diri. Teman-teman berteriak-teriak sehingga ada dua ibu guru yang langsung datang,’’ kata seorang murid.

Dua orang guru, Tutik dan Atik, masuk dan membawa korban ke dalam ruang guru guna memberikan pertolongan pertama. Hery Darmanto mengaku kaget atas kejadian itu. Dia merasa bersalah meninggalkan kelas, tetapi tidak dapat menolak tugas sekolah membantu melatih Pramuka Siaga. ’’Saya tidak menyangka kejadian ini berlangsung,’’ ujarnya.

Kepsek SDN Blotongan 03, Wagimin SPd mengaku, setelah mendengar ada salah satu muridnya pingsan, langsung keluar dan melihat Heru yang dibawa ke dalam ruang guru. Karena tidak juga sadarkan diri, korban langsung dibawa ke Puskesmas Sidorejo. ’’Baru beberapa saat tiba di puskesmas, Heru dirujuk ke RSUD Salatiga menggunakan ambulan puskesmas,’’ kata Wagimin.
Tetapi dalam perjalanan jiwanya tidak tertolong lagi dan akhirnya Heru dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan Surat Keterangan Kematian yang ditandatangani Dokter Jaga RSUD dokter Rasma Siahaan, korban sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Korban kemudian dibawa pulang ke rumah orang tuanya di RT 2 RW 10 Brajan Blotongan Salatiga. Kematian anak yang dinilai sehat dan memiliki fisik lebih besar dari anak sebayanya itu, cukup mengagetkan keluarganya.
Dari cerita teman-teman sekelas yang juga sekampung dengan korban, tersiar kabar bila korban meninggal setelah berkelahi. Kematian Heru setelah berkelahi di dalam kelas itu, langsung menjadi perbincangan warga setempat.
Rahman, orang tua korban, hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut. Buruh itu mengaku ikhlas kehilangan anak keduanya. Sementara Marfuah, ibu korban hingga semalam shock ditinggal anaknya.

Sejumlah petugas dari Polsek Sidorejo Polres Salatiga yang mengetahui kejadian itu pun langsung menuju lokasi kejadian. Sebelum dimandikan, tubuh korban juga sempat diperiksa luar oleh petugas. Heru dikebumikan di kompleks pemakaman setempat. (46)

1 comment:

M. Abdul MuhrOzil said...

Adek kakak kangen sama kamu,semoga Allah menjaga kamu disana?
Aminnn