Monday, September 17, 2007

PUASA DAN KASIH SAYANG

badah puasa dipahami oleh ulama al-Azhar, Abdul Halim Mahmud, sebagai proses meneladani sifat-sifat Allah. Kaum Muslim diperintahkan agar dapat meniru dan meneladani sifat-sfat Allah yang mulia itu. Nabi bersabda, ''Berakhlaklah kamu seperti akhlak Allah SWT.''

Sebagaimana diketahui, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (al-Rahman) dan Penyayang (al-Rahim). Nabi Muhammad SAW adalah juga seorang yang pengasih (ra'uf) dan penyayang (rahim). Kaum Muslim melalui ibadah puasa yang dilakukan diharapkan dapat memiliki sifat rahmah, sehingga mereka dapat membangun kehidupan ini dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dalam bahasa Alquran, kasih sayang itu disebut 'rahmah' yang menurut pakar tafsir al-Ishfahani bermakna Ra'fatun taqtadhi al-Ihsan ila al-Marhum (rasa iba yang mendorong seseorang berbuat baik kepada orang lain, terutama orang yang memiliki kesulitan dan membutuhkan pertolongan).

Secara spiritual, kasih sayang dapat dipandang sebagai pangkal kebaikan. Diceritakan, Rasulullah SAW pernah menangis (mengeluarkan air mata) ketika putranya meninggal dunia. Ketika ditanya, Rasulullah SAW menjawab, ''Ini adalah kasih sayang. Siapa yang tidak memiliki kasih sayang, tidak ada kebaikan yang bisa diharapkan dari orang itu,'' sambung Nabi.

Seperti halnya Nabi, kita perlu memupuk dan menumbuhkan sifat kasih sayang itu dalam hati dan jiwa kita. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, menumbuhkan sense of crisis, yaitu semangat untuk mengerti kesulitan dan penderitaan orang lain. Sifat ini akan mendorong kepekaan dan kepedulian sosial kita.

Kedua, menumbuhkan sense of achievement, yaitu semangat untuk maju dalam arti memiliki kemampuan untuk membebaskan manusia dari segala penderitaan. Sifat dan semangat yang kedua ini penting, karena bila kita terbelit kesusahan, sulit dibayangkan kita bisa membantu dan membebaskan kesulitan orang lain.

Semoga ibadah puasa yang kita lakukan dapat menumbuhkan dan menghidupkan kasih sayang itu dalam diri kita, sehingga keberagamaan kita benar-benar menjadi rahmat bagi sesama dan semesta alam. Amin.

No comments: