Saturday, September 26, 2009

Memaafkan Itu Bisa Menyehatkan

Forgiveness is a choice. Memaafkan adalah pilihan yang hanya bisa ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yang tidak bisa dan tidak mau memaafkan, maka akan tersiksa karena pikiran dan batinnya bisa selalu kotor. Di samping itu, hubungan dengan yang bersalah pun akan tetap buruk.

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan.

Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres.

Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang.

Dalam Putting Forgiveness into Practice, Doris Donneley (1982) menjabarkan langkah-langkah memaafkan sebagai berikut: mengenali luka batin kita, memutuskan untuk memaafkan, menyadari kesulitan dalam memberi maaf, dan menyadari dampak negatif dari ketiadaan permaafan.

Sementara David Norris (1984) dalam Forgiving from the Heart mengusulkan lima langkah: memperteguh niat memaafkan, secara akurat memeriksa kembali pelanggaran (kesalahan) orang yang akan dimaafkan, memaknakan kembali luka batin akibat kesalahan, membina kembali relasi yang terputus, dan mengintegrasikan kembali berbagai retak psikis yang dialami akibat luka batin.

Bila benar-benar mau memaafkan seseorang, harus bersedia menguras dan mencuci bersih seluruh arsip kotor kesalahan orang tersebut. Jadi bukan hanya di bibir saja, melainkan sampai bagian terdalam batin. Ini bisa terlaksana bila melakukan tahapan sbb:

Change of action. Perubahan dari segi lahir, dari muka cemberut, bibir mencibir dan pandangan yang merendahkan, kembali kepada tahapan normal. Mulai menyapa dan memberikan salam. Mengubah dan mengembalikan penampilan lahiriah tidaklah mudah, apalagi kalau sudah lama bermusuhan.

Change of mind. Perubahan dalam pikiran. Ini lebih sukar sebab harus merubah pikiran maupun pandangan terhadap orang tersebut. Bisa terjadi bila kita mau mengosongkan pikiran negatif terhadap orang tetrsebut dengan cara melupakan kesalahannya, kemudian diisi dengan pikiran positif.

Change of heart. Perubahan dalam hati atau batin. Sifat bermusuhan bukan sekadar dihapus namun diubah menjadi kasih. Dari yang tadinya jauh menjadi dekat, musuh jadi sahabat. Ingat, orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang baik.

Yang bisa memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang adalah orang bijak. Tetapi orang yang bisa memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang ”sebelum” orang tersebut minta maaf adalah orang yang memiliki sifat Illahi.

Joko Suprayoga
Jl Dieng I/40 Pondok Brangsong, Kendal
Hp. 081325544849