Sabtu, 17 Nopember 2007
PURWOKERTO- Teki-teki siapa calon wakil bupati dari PKB yang akan mendampingi calon bupati Mardjoko terjawab, petang kemarin. PKB dan Tim Mardjoko akhirnya memutuskan nama Ahmad Hussein, Direktur PDAM Purwokerto, anak Agus Taruno mantan anggota DPRD dari PDI. Keputusan tersebut diumumkan setelah Tim PKB dan Tim Mardjoko melakukan rapat Kamis malam dan dilanjutkan Jumat siang.
Ketua DPC PKB Mussadad Bikrinur mengatakan alasan memilih Ahmad Hussein karena mewakili kalangan nasionalis sehingga nasionalis-religius bisa dipasangkan. PKB yang banyak didukung kalangan agamis (nahdliyin) diharapkan bisa bersatu dengan kekuatan nasionalis yang diakomodasi dari kekuatan Ahmad Hussein dan jaringan yang dibangun orang tuanya.
''Dengan demikian peluangnya besar. Hussein juga dikenal bersih dan jujur,'' tuturnya. Jaringan yang dibangun oleh orang tua Hussein, kata dia, dinilai akan membantu mendongkrak perolehan suara. Hussein dinilai cocok mendampingi Mardjoko karena memiliki banyak pengalaman, termasuk pengalaman di birokrasi.
''Ia melamar ke PKB sehingga sudah melalui mekanisme yang benar. Soal statusnya selaku Direktur PDAM, ia siap mengundurkan diri,'' tandas Mussadad yang saat dihubungi sedang menemui Sekjen DPP PKB Yeni Wahid.
Soal banyak nama yang meramaikan bursa calon wakil bupati PKB, Mussadad mengatakan semua diperhitungkan. Di antaranya Tossy Ariyanto, Aris Wahyudi, dan Ahmad Edy Susanto.
Namun ketiga nama itu terikat dengan keputusan akhir DPP PDI-P. Tossy oleh tiga koalisi juga akan dipasangkan dengan Bambang Priyono yang melamar ke PDI-P, sedangkan Aris melamar calon bupati di PDI-P bersama Ahmad Edy sebagai calon wakil bupati. ''Pertimbangan waktu dan PKB harus segera mengumumkan sehingga diambil keputusan cepat,'' kata Wakil Ketua DPRD Banyumas itu. (G22,in-27)
Friday, November 16, 2007
Monday, November 12, 2007
WNI Asal Temanggung Terjun dari Lantai 6
SUARA MERDEKA
Selasa, 13 Nopember 2007
KAIRO- Lagi-lagi warga negara Indonesia yang menjadi buruh di luar negeri tewas. WNI yang bernama Zusniyati Kholifah binti Mat Asnaw itu tewas setelah meloncat dari lantai 6 sebuah apartemen di Mesir. Hingga Senin (12/11), jenazah masih disemayamkan di Marshashah Zinuhum Cairo (Rumah Sakit Forensik).
Rilis dari KBRI di Kairo menyebutkan peristiwa naas yang menimpa Zusniyati itu terjadi pada Minggu (11/11) pukul 19.00 waktu Kairo. Korban tewas setelah mengalami luka parah akibat melompat dari lantai 6 apartemen di daerah Gami, Hay Asyir, Nasr City.
Dari fotokopi paspor halaman depan yang ditemukan dalam tas korban, dia diduga berasal dari Kabupaten Temanggung. Terkait dengan kejadian tersebut, Kepolisian I Nasser St, Abbas El Akad telah meminta keterangan tiga WNI yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
Dua WNI merupakan penyewa apartemen tempat korban meloncat, sementara satu orang lainnya datang ke apartemen tersebut sore hari sebelum kejadian. Ketiga WNI yang dimintai keterangan berstatus mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo.
Menurut keterangan yang diperoleh KBRI dari ketiga WNI tersebut, diduga peristiwa dilatarbelakangi masalah asmara. Dari salah seorang di antaranya diperoleh informasi bahwa korban bekerja pada salah seorang majikan di daerah Mohandessin, Kairo, meskipun tidak diketahui secara pasti lokasi rumah majikan maupun nomer telpon majikan.
Ketiga WNI tersebut telah dibebaskan dan menunggu perkembangan lebih lanjut. KBRI Cairo telah melakukan beberapa upaya baik pengurusan korban (jenazah) maupun pendampingan terhadap tiga WNI yang dimintai keterangan pihak berwenang.
Segera pada malam kejadian tersebut Fungsi Pensosbud/HOC beserta Sekretaris III Protkons mendatangi TKP dan melakukan koordinasi dengan pihak aparat berwenang Mesir. Saat ini pihak KBRI masih mencoba mencari keterangan nama dan alamat majikan korban serta mencoba mencari informasi alamat kontak keluarga korban di Indonesia.(dtc-60)
Selasa, 13 Nopember 2007
KAIRO- Lagi-lagi warga negara Indonesia yang menjadi buruh di luar negeri tewas. WNI yang bernama Zusniyati Kholifah binti Mat Asnaw itu tewas setelah meloncat dari lantai 6 sebuah apartemen di Mesir. Hingga Senin (12/11), jenazah masih disemayamkan di Marshashah Zinuhum Cairo (Rumah Sakit Forensik).
Rilis dari KBRI di Kairo menyebutkan peristiwa naas yang menimpa Zusniyati itu terjadi pada Minggu (11/11) pukul 19.00 waktu Kairo. Korban tewas setelah mengalami luka parah akibat melompat dari lantai 6 apartemen di daerah Gami, Hay Asyir, Nasr City.
Dari fotokopi paspor halaman depan yang ditemukan dalam tas korban, dia diduga berasal dari Kabupaten Temanggung. Terkait dengan kejadian tersebut, Kepolisian I Nasser St, Abbas El Akad telah meminta keterangan tiga WNI yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
Dua WNI merupakan penyewa apartemen tempat korban meloncat, sementara satu orang lainnya datang ke apartemen tersebut sore hari sebelum kejadian. Ketiga WNI yang dimintai keterangan berstatus mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo.
Menurut keterangan yang diperoleh KBRI dari ketiga WNI tersebut, diduga peristiwa dilatarbelakangi masalah asmara. Dari salah seorang di antaranya diperoleh informasi bahwa korban bekerja pada salah seorang majikan di daerah Mohandessin, Kairo, meskipun tidak diketahui secara pasti lokasi rumah majikan maupun nomer telpon majikan.
Ketiga WNI tersebut telah dibebaskan dan menunggu perkembangan lebih lanjut. KBRI Cairo telah melakukan beberapa upaya baik pengurusan korban (jenazah) maupun pendampingan terhadap tiga WNI yang dimintai keterangan pihak berwenang.
Segera pada malam kejadian tersebut Fungsi Pensosbud/HOC beserta Sekretaris III Protkons mendatangi TKP dan melakukan koordinasi dengan pihak aparat berwenang Mesir. Saat ini pihak KBRI masih mencoba mencari keterangan nama dan alamat majikan korban serta mencoba mencari informasi alamat kontak keluarga korban di Indonesia.(dtc-60)
Tri Wuryaningsih Ketua Panwas
SUARA MERDEKA
Selasa, 13 Nopember 2007
PURWOKERTO-Tiga anggota Panwas Pilbup Banyumas, yakni Tri Wuryaningsih, Edy Romadon, dan FA Agus Wahyudi dilantik, kemarin. Pelantikan dilakukan dalam rapat paripurna istimewa DPRD yang dipimpin Wakil Ketua Mussadad Bikrinur dan dihadiri Bupati HM Aris Setiono, Wakil Bupati Imam Durori, dan pejabat lain. Setelah dilantik ketiga anggota rapat. Dalam rapat disepakati Tri Wuryaningsih ditunjuk sebagai ketua. Mereka juga membahas agenda-agenda terdekat yang harus segera ditangani.
Menurut Tri, ada tiga agenda utama yang mendesak, yakni membentuk anggota Panwas kecamatan, mengawal proses pemutakhiran data pemilih yang masih dilakukan KPU Banyumas, dan mengawal proses pendaftaran cabup-cawabup di KPU yang dimulai hari ini. ''Saya menerima sebagai ketua karena teman-teman menunjuk saya. Prinsipnya, kami bekerja atas nama tim,'' kata dosen Sosialogi FISIP dan Ketua Pusat Penelitian Wanita Unsoed itu.
Dua Alasan
Pembentukan Panwas kecamatan, lanjut dia, diberi waktu 10 hari. Untuk pengawalan pemutakhiran data pemilih meski sudah terlambat, masih ada waktu karena KPU mengundur pengumuman daftar pemilih tetap (DPT) hingga 27-28 November.
''Kami juga segera mengawal pendaftaran cabup-cawabup di KPU. Sejauh ini ada calon yang belum mengundurkan diri dari jabatannya, padahal pendaftaran tinggal besok (hari ini-Red). Semestinya pengunduran diri dilakukan seminggu sebelum pendaftaran. Itu nanti juga menjadi agenda kami. KPU kami minta mencermati masalah tersebut,'' tuturnya.
Edy Romadon menyebutkan sepakat memilih Tri karena dua alasan. Pertama, memberikan peran kepada perempuan, dan kedua, dari hasil seleksi Pansus DPRD nilainya tertinggi. Dari laporan Pansus DPRD Tri memperoleh skor 79,9, Edy Romadon 69,0, dan Agus Wahyudi 67,2. Penilaian itu hasil akumulasi dari tes tertulis (25%), wawancara (50%), dan makalah (25%). (G22,in-27)
Selasa, 13 Nopember 2007
PURWOKERTO-Tiga anggota Panwas Pilbup Banyumas, yakni Tri Wuryaningsih, Edy Romadon, dan FA Agus Wahyudi dilantik, kemarin. Pelantikan dilakukan dalam rapat paripurna istimewa DPRD yang dipimpin Wakil Ketua Mussadad Bikrinur dan dihadiri Bupati HM Aris Setiono, Wakil Bupati Imam Durori, dan pejabat lain. Setelah dilantik ketiga anggota rapat. Dalam rapat disepakati Tri Wuryaningsih ditunjuk sebagai ketua. Mereka juga membahas agenda-agenda terdekat yang harus segera ditangani.
Menurut Tri, ada tiga agenda utama yang mendesak, yakni membentuk anggota Panwas kecamatan, mengawal proses pemutakhiran data pemilih yang masih dilakukan KPU Banyumas, dan mengawal proses pendaftaran cabup-cawabup di KPU yang dimulai hari ini. ''Saya menerima sebagai ketua karena teman-teman menunjuk saya. Prinsipnya, kami bekerja atas nama tim,'' kata dosen Sosialogi FISIP dan Ketua Pusat Penelitian Wanita Unsoed itu.
Dua Alasan
Pembentukan Panwas kecamatan, lanjut dia, diberi waktu 10 hari. Untuk pengawalan pemutakhiran data pemilih meski sudah terlambat, masih ada waktu karena KPU mengundur pengumuman daftar pemilih tetap (DPT) hingga 27-28 November.
''Kami juga segera mengawal pendaftaran cabup-cawabup di KPU. Sejauh ini ada calon yang belum mengundurkan diri dari jabatannya, padahal pendaftaran tinggal besok (hari ini-Red). Semestinya pengunduran diri dilakukan seminggu sebelum pendaftaran. Itu nanti juga menjadi agenda kami. KPU kami minta mencermati masalah tersebut,'' tuturnya.
Edy Romadon menyebutkan sepakat memilih Tri karena dua alasan. Pertama, memberikan peran kepada perempuan, dan kedua, dari hasil seleksi Pansus DPRD nilainya tertinggi. Dari laporan Pansus DPRD Tri memperoleh skor 79,9, Edy Romadon 69,0, dan Agus Wahyudi 67,2. Penilaian itu hasil akumulasi dari tes tertulis (25%), wawancara (50%), dan makalah (25%). (G22,in-27)
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)