Thursday, January 8, 2009

Sistem Pembelajaran Moving Kelas SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK

Tanggal: 05 January 2009

Oleh : MASKUN, S.Pd.

Pada tahun pelajaran 2008-2009 SMA Negeri 1 Purwareja Klampok mencoba dengan segala kekurangan dan kelebihannya menerapkan proses belajar mengajar menggunakan Kelas Berpindah (moving Kelas) dalam rangka menunjang terlaksananya sistem Pembelajaran yang tersurat dalam Sekolah Kategori Mandiri

Pelaksanaan Pembelajaran dalam SKM berdasarkan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan kebijakan tentang pengkategorian sekolah berdasarkan tingkat keterlaksanaan standar nasional pendidikan ke dalam kategori standar, mandiri dan bertaraf internasional. Pasal Ayat 2 dan Ayat 3 Peraturan Pemerintah tersebut menyebutkan bahwa dengan diberlakukannya Standar Nasional Pendidikan, maka Pemerintah memiliki kepentingan untuk memetakan sekolah menjadi sekolah yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan.

Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah mengkategorikan sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan ke dalam kategori mandiri, dan sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan ke dalam kategori standar. Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa kategori sekolah standard dan mandiri didasarkan pada terpenuhinya delapan Standar Nasional Pendidikan (standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan). Pemerintah telah menetapkan bahwa satuan pendidikan wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut paling lambat 7 (tujuh) tahun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah tersebut. Hal tersebut berarti bahwa paling lambat pada tahun 2013 semua sekolah jalur pendidikan formal khususnya di SMA sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang berarti berada pada kategori sekolah mandiri.

SMA Negeri 1 Purwareja Klampok sebagai salah satu sekolah Rintisan SKM telah memiliki program-program yang berkaitan dengan persiapan dan pelaksanaannya. Pada tahun pelajaran 2008/2009 merupakan tahap awal rintisan SKM diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang diisyaratkan dalam pelaksanaan SKM. Dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan, maka perlu disusun suatu acuan dasar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, salah satunya adalah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan sistem Kelas Berpindah (moving Kelas).

Pembelajaran sistem moving Kelas adalah kegiatan pembelajaran dengan peserta didik berpindah sesuai dengan pelajaran yang diikutinya. Dengan demikian diperlukan adanya kelas mata pelajaran atau kelas mata pelajaran serumpun untuk memudahkan dalam proses terlaksanaannya dan memudahkan dalam pengaturan kegiatan mengajar guru yang dilaksanakan secara Team Teaching. Pembelajaran dengan Team Teaching memudahkan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran, kegiatan penilaian, kegiatan remedial dan pengayaan serta mengambil keputusan dalam menentukan tingkat pencapaian peserta didik terhadap mata pelajaran atau materi tertentu. Agar pelaksanaan dengan sistem Kelas berpindah dapat terlaksana dengan baik dan memberi peningkatan yang signifikan terhadap mutu pembelajaran dan lulusan peserta didik maka perlu disusun strategi pelaksanaan, perangkat peraturan dan administrasi yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut

Strategi Pelaksanaan Moving Kelas dalam SKM

Strategi pembelajaran dengan sistem moving Kelas merupakan salah satu syarat pelaksanaan Sekolah Kategori Mandiri dilaksanakan dengan pendekatan kelas mata pelajaran. Pendekatan ini mensyaratkan agar sekolah menyediakan kelas-kelas untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu atau untuk rumpun tertentu. Startegi ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
Guru memiliki ruang mengajar sendiri yang memungkinkan untuk melakukan penataan sesuai karakteristik mata pelajaran
 Guru memungkinkan untuk mengoptimalkan sumber-sumber belajar dan media pembelajaran yang dimiliki karena penggunaannya tidak terikat oleh keterbatasan sirkulasi dan troubeling.
 Guru berperan secara aktif dalam mengontrol prilaku peserta didik dalam belajar.
 Pembelajaran dengan Team Teaching mudah dilakukan karena guru-guru dalam mata pelajaran yang sama terkumpul dalam satu tempat sehingga memudahkan dalam koordinasi.
 Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik lebih obyektif dan optimal karena penilainnya dilakukan secara TIM sehingga dapat mengurangi inkonsistensi dalam penilaian terhadap mata pelajaran tertentu.
 Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran yang dilakukan secara moving Kelas maka perlu ditetapkan strategi pelaksanaannya. Pengorganisasian Pelaksana, tugas, kewajiban dan wewenang.

1. Penanggung Jawab Akademik

 Penanggung jawab akademik secara umum memiliki peran sebagai wali kelas, disamping itu memiliki tugas dan kewajiban khusus:
 Membuat rekap terhadap kejadian-kejadian khusus terhadap peserta didik yang menjadi tanggungjawabnya yang diserahkan kepada guru pembimbing
 Memberi bimbingan terhadap peserta didik yang membutuhkan penanganan khusus dibidang akademik dalam rangka meningkatkan hasil belajarnya
 Membuat rekap terhadap tingkat kehadiran peserta didik, mengumpulkan nilai hasil belajar peserta didik yang diserahkan kepada TIM TIK dalam rangka pengolahan laporan hasil belajar peserta didik (LHBPD).

2. TIM Pengembang TIK

TIM Pengembang TIK secara umum berkewajiban melakukan perawatan dan pengembangan prasarana TIK yang berkaitan dengan administrasi dan Pembelajaran. Secara khusus TIM TIK memiliki tugas:
 Melakukan pengolahan nilai, baik untuk nilai midsemester maupun nilai semester yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
 Membuat Laporan hasil penilaian sesuai format yang berlaku
 Membuat hasil analisa beban studi peserta didik berdasarkan data yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
 Membuat hasil analisa penjurusan peserta didik berdasarkan data yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
 Membuat hasil rekap mengenai kehadiran peserta didik, kehadiran guru berdasarkan data yang diserahkan oleh Penanggungjawab Akademik dan hasil input data Sistem Informasi Manajemen Absensi Guru dan Karyawan

3. TIM Pengelola Moving Kelas

TIM Pengelola moving Kelas secara akademik dibawah Wakasek Urusan Kurikulum yang secara umum menjalankan kewajiban dan tugasnya sesuai beban yang diberikan. TIM ini dapat dibentuk secara khusus dibawah Wakil Bidang Kurikulum yang secara Khusus memiliki tanggungjawab untuk:
 Mengelola Jadwal dan Perencanaan moving Kelas
 Mengkoordinasi Penanggung Jawab Akademik dalam pelaksanaan administrasi dan bimbingan terhadap peserta didik
 Menyiapkan format-format yang diperlukan untuk pengelolaan administrasi pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran
 Menyusun peraturan dalam pelaksanaan kegiatan PBM, remedial dan Pengayaan, piket guru dan Penetapan Peraturan Akademiknya.
Strategi Pengelolaan Moving Kelas

1. Pengelolaan Perpindahan Peserta didik
 Peserta didik berpindah ruang belajar sesuai mata pelajaran yang diikuti berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan
 Waktu perpindahan antar kelas adalah 5 menit.
 Peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan tempat duduknya sendiri
 Peserta didik perlu ditegaskan peraturan tentang penggunaan ruang dan tata tertib dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta konsekuen-sinya
 Bel tanda perpindahan suatu kegiatan pembelajaran dibunyikan pada saat pelajaran kurang 5 menit.
 Sebelum tersedia loker, peserta didik diperkenankan membawa tas masuk dalam ruang belajar. Kegiatan pembelajaran di Laboratorium dibuat peraturan tersendiri hasil kesepakatan guru dengan laboran
 Peserta didik diberi toleransi keterlambatan 5 menit, diluar waktu tersebut peserta didik tidak diperkenankan masuk kelas sebelum melapor kepada guru piket atau Penanggung Jawab Akademik
 Keterlambatan berturut-turut lebih dari 3 (tiga) kali diadakan tindakan pembinaan yang dilakukan Penanggung Jawab akademik bersama dengan Guru Pembimbing.

2. Pengelolaan ruang belajar-Mengajar

 Guru diperkenankan untuk mengatur ruang belajar sesuai karakteristik mata pelajarannya
 Ruang belajar setidak-tidaknya memiliki sarana dan media pembelajaran yang sesuai, Jadwal Mengajar Guru, Tata Tertib Peserta didik dan Daftar Inventaris yang ditempel di dinding.
 Ruang belajar dapat dilengkapi dengan perpustakaan referensi dan sarana lainnya yang mendukung proses Pembelajaran
 Tiap rumpun Mata pelajaran telah disediakan prasarana multimedia. Penggunaan prasarana diatur oleh Penanggung Jawab Rumpun Mata Pelajaran
 Guru bertanggungjawab terhadap ruang belajar yang ditempatinya. Dengan demikian setiap guru memiliki kunci untuk ruang masing-masing.

3. Pengelolaan Pembelajaran
 Pembelajaran dilaksanakan secara TIM (Team Teaching) yang minmal terdiri dari 2 orang guru, dimana 1 orang guru sebagai guru utama dan yang lain sebagai kolaboran/asisten
 Dalam TIM Teaching, ada 1 guru yang bertanggung jawab untuk tingkat kelas yang berbeda. Misal : Guru penanggungjawab kelas X, Guru Penanggungjawab kelas XI dan Guru Penanggungjawab kelas XII.
 Apabila ada seorang guru tidak dapat mengajar karena suatu hal atau sedang melaksanakan tugas dan kegiatan kedinasan lain yang berkaitan dengan Peningkatan mutu, dapat digantikan dengan kolaboran dan kepada yang bersangkutan mengganti hari-hari tidak mengajar kepada kolaboran sebagai guru utama . Misalnya Seorang guru utama kelas X mempunyai kolaboran guru utama kelas XI, apabila guru utama kelas X tidak mengajar 6 jam maka yang bersangkutan berkewajiban mengganti sebagai guru utama kelas XI sebanyak 6 jam pelajaran.

4. Pengelolaan Administrasi Guru dan Peserta didik

 Guru berkewajiban mengisi daftar hadir peserta didik dan guru
 Guru membuat catatan-catan tentang kejadian-kejadian di kelas brerdasarkan format yang telah disediakan
 Guru mengisi laporan kemajuan belajar peserta didik, absensi peserta didik, keterlambatan peserta didik dan membuat rekapan sesuai format yang disediakan
 Guru membuat laporan terhadap hal-hal khusus yang memerlukan penanganan kepada Penanggung Jawab Akademik
 Guru membuat Jadwal topik/materi yang diajarkan kepada peserta didik yang ditempel di ruang belajar

5. Pengelolaan Remedial dan Pengayaan
 Remedial dan Pengayaan dilaksanakan diluar jam kegiatan Tatap Mu-ka dan Praktik.
 Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara TIM Teaching, dimana kolaboran dapat menjadi guru utama pada materi tertentu
 Kegiatan Remedial dan Pengayaan dapat menggunakan waktu dalam kegiatan Pembelajaran Tugas Terstruktur (25 menit) maupun Tak terstruktur ( 25 menit ) .
 Remedial dan Pengayaan dilaksanakan dalam waktu berbeda maupun secara bersamaan jika memungkinkan, misal : Guru utama memberi pengayaan, sedangkan kolaboran memberi remedial.
 Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara berkelanjutan berdasarkan hasil analisis postest , ulangan harian dan ulangan mid semester.

6. Pengelolaan Penilaian
 Penilaian dilakukan untuk mengukur proses dan produk hasil pembelajaran
 Penilaian Proses dilakukan setiap saat untuk menilai kemajuan belajar peserta didik, sedangkan penilaian produk/hasil belajar dilakukan melalui ulangan harian, mid semester maupun ulangan semester.
 Penilaian meliputi Kognitif, Praktik dan Sikap yang disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan serta mengacu pada karakteristik mata pelajaran
 Hasil penilaian dimasukkan sesuai dengan format yang telah disediakan dalam bentuk file excel yang kemudian diserahkan kepada Penanggung Jawab Akademik
 Untuk memudahkan Pengelolaan hasil penilaian maka hasil-hasil penilaian harian yang telah dilaksanakan segera diserahkan kepada Penaggung Jawab Akademik agar dapat dimasukkan kedalam Pengelolaan SIM Sekolah oleh TIM TIK
 Tidak diadakan Remedial untuk ujian/ulangan semester. Remedial dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan Remedial dan Pengayaan.
 Guru mata pelajaran bertanggungjawab dan memiliki kewenangan penuh terhadap hasil penilaian terhadap mata pelajaran yang diampunya. Segala perubahan terhadap hasil penilaian hanya dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

7. Kendala-kendala yang ada di Lapangan.

 Ruang yang tersedia tidak mencukupi. Solusinya sementara memanfaatkan ruang Laboratorium sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar.
 Ruang ganti pakaian ketika pelajaran Penjasorkes. Solusinya memanfaatkan ruang di Indoor.
 Tempat tas ketika siswa mengikuti upacara, senam dan sholat di masjid. Solusinya di upayakan locker-locker untuk menyimpan tas, atau tiap ruang disediakan almari untuk menyimpan barang-barang berharga.
 Kegiatan MGMP tidak bisa diikuti oleh semua guru serumpun.
 Jika ada guru yang tidak hadir, peranan Guru Piket sangat membantu demi terlaksananya Kegiatan Belajar mengajar.
 Kebersihan kelas menjadi tanggung jawab guru mapel.

Sunday, January 4, 2009

OTOKRITIK GERAKAN DAKWAH MUHAMMADIYAH

Posted on March 15th, 2008 in 02 Sajian Utama by redaksi
Sejak mula berdirinya, Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi dakwah. Dalam statuta awal berdirinya, tujuan Muhammadiyah juga ditegaskan untuk menyebarluaskan agama Islam di seluruh tanah air. Anak panah-anak panah Muhammadiyah telah banyak disebarkan untuk mewartakan kebenaran Islam yang sejati, kebenaran Islam yang belum tercemar dengan kepentingan pragmatis para elitnya. Dengan demikian, kebenaran Islam itu dapat diwartakan dengan bahasa yang jernih, baik, dan indah serta mudah mempesona pendengarnya.
Visi ke depan berjangka panjang yang dimiliki para pimpinan
generasi awal serta kesediaan mereka membuka diri secara
cerdas pada perkembangan peradaban dunia menjadikan Muhammadiyah lebih dikenal sebagai organisasi dakwah Islam yang berkemajuan. Kreativitas dakwahnya cukup tinggi, kemampuannya menyerap kebutuhan dasar umat ditambah kemampuannya untuk merumuskan dalam strategi dakwah pun juga sangat tinggi. Inilah yang menyebabkan, pada periode awal banyak kalangan berbondong-bondong ingin belajar Islam pada Muhammadiyah, kemudian mereka menjadi kader Persyarikatan yang tangguh.
Salah satu ciri Islam berkemajuan yang dilekatkan kepada Muhammadiyah adalah sangat menghargai dunia keilmuan. Semua warga Muhammadiyah didorong untuk mencari ilmu setinggi mungkin untuk menghindari taklid dan pembodohan. Para da’i Muhammadiyah dikenal sangat senang berdialog dengan semua kalangan. Tokoh Kristen, Katolik, Ahmadiyah, Abangan, bahkan, tokoh komunis semua diajak berdialog untuk mendapatkan pengetahuan tambahan. Dengan penuh percaya diri para da’i itu bisa berkomunikasi secara santun membicarakan tema-tema kehidupan yang berbobot dan ilmiah.
Menurut penelitian A. Munir Mulkhan, kongres-kongres resmi Muhammadiyah dulu sering menghadirkan tokoh-tokoh multi aliran untuk memberikan ceramah. Perbedaan bukan merupakan hambatan bagi Muhammadiyah untuk terus membuka diri dan menimba ilmu dari kelompok lain. Rumah sakit Muhammadiyah di Surabaya juga dibantu oleh para dokter Eropa beragama Kristen dan juga disumbang harta oleh para penganut agama lain.
Masalahnya, saat ini dakwah Muhammadiyah dapat dikatakan sedang berada di persimpangan jalan. Para da’inya lebih suka berdakwah di dalam komunitas sendiri bahkan banyak yang disindir sebagai ‘ahli hujat wa fitnah’ tanpa tabayyun. Suka menista dan menyebarkan kabar buruk teman seperjuangan tanpa dirunut dulu kesahihannya. Di samping itu, mereka juga banyak yang tidak mau lagi mendengar dari banyak sumber, mereka hanya mau mendengar dari satu sumber. Kemudian dengan mudah mereka menyimpulkan bahwa kelompok manusia itu terbagi minhum dan minna. Para da’i kita banyak yang kekurangan ilmu dan kurang terbuka terhadap perkembangan, juga ditengarai banyak yang kurang pergaulan dengan kalangan yang luas.
Salah satu materi Kolokium Nasional Pemikiran Islam yang diadakan Al-Maun Institute dan Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang di Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang 11-13 Pebruari 2008 yang lalu juga membahas permasalahan dakwah Muhammadiyah tersebut.
Dalam sambutannya Rektor UMM, DR. Muhadjir Effendy menyatakan kalau kesediaan UMM menggelar acara Kolokium itu adalah sebagai bukti bahwa UMM itu sangat dekat dengan dunia keilmuan, mau mendengar aspirasi tentang Muhammadiyah dari yang paling ujung ke ujung. Kekayaan ilmu, aspirasi, sejarah dan pengalaman praktis dari berbagai arah itu diharapkan dapat mendewasakan para da’i dalam berdakwah.l
Bahan: Ies, tof. Tulisan: isma

MASIH ADAKAH KAUM MUDA NON-POLITIK?

Posted on March 15th, 2008 in 01 Tajuk Rencana by redaksi
Kenapa anak-anak muda saat ini kian tertarik dan bergairah untuk menjadi politisi dan mendirikan partai politik? Tentu saja jawaban idealnya ingin memperjuangkan nasib rakyat dan mengubah keadaan melalui jalur kekuasaan. Demikian bersemangat menempuh perjuangan melalui jalur kekuasaan itu, hingga cenderung mengecilkan perjuangan mereka yang bergerak di ranah dakwah kemasyarakatan. Malahan lebih bergairah lagi hingga menggambarkan posisi sebagai politisi dan perjuangan melalui jalur politik sebagai segala-galanya sambil melukiskan mereka yang sekadar melalui jalur organisasi kemasyarakatan seolah kelas dua dan tidak signifikan untuk perjuangan umat dan bangsa.
Selain gerak mobilitas ke atas, dunia politik juga menjanjikan daya pikat materi yang cepat dan besar. Jika, melalui jalur lain seperti guru, dosen, pegawai, dan sejenisnya raihan materi itu penuh perjuangan tinggi dan relatif kecil. Namun, melalui politik justru laksana jalan tol dan fantastis. Jadi, sangat logis jika kaum muda menjadi bergairah untuk masuk ke ranah politik. Mobilitas yang demikian tentu saja wajar adanya. Harapan kita bagaimana jalur tol yang penuh jaminan itu sepadan dengan tanggungjawabnya untuk memperjuangkan nasib rakyat, mengurus negara dengan benar, dan sebesar-besarnya untuk memajukan bangsa.
Bagi kader politik Muhammadiyah juga dapat memperjuangkan misi Muhammadiyah sekaligus memberi maslahat yang sebesar-besarnya bagi perjuangan umat. Namun, jangan besar pasak daripada tiang dan malah lebih memberi beban daripada memberi kemaslahatan. Ceritanya serba indah menempuh jalur politik, tetapi, manfaat dan kemaslahatannya tidak begitu dirasakan oleh Muhammadiyah, umat, dan bangsa. Memang ada cipratannya, tetapi, tak sebanding dengan raihan mobilitas diri para politisi sendiri. Muhammadiyah dan umat sekadar jadi tempat lewat bagi langkah-langkah politiknya. Lalu muncul berbagai kekecewaan publik.
Ada hal lain yang lebih penting lagi, di luar jalur politik yang penuh pesona tetapi sebenarnya besar tanggungjawabnya. Apakah masih banyak kaum muda yang konsisten menggeluti dunia intelektual dan bergerak istiqamah dalam pemberdayaan masyarakat? Sebutlah gerak dan jalur non-politik. Warga, umat, dan masyarakat di akar rumput maupun di tingkat nasional juga sangat memerlukan peran-peran kemasyarakatan yang mencerahkan dari kaum mudanya. Bahkan, mereka memiliki penghormatan dan kepercayaan tinggi terhadap kader dan gerak non-politik yang jernih dan mulia.
Muhammadiyah sungguh memerlukan peran-peran para kaum mudanya yang menekuni dunia pencerahan dan pemberdayaan masyarakat. Berkiprah dalam memajukan organisasi dan amal usaha. Menggairahkan intelektualisme dan karya-karya pembaruan pemikiran. Memberdayakan dan mencerahkan masyarakat di akar rumput melalui kerja-kerja pembinaan masyarakat. Mengembangkan ekonomi umat. Agenda-agenda tersebut sangatlah penting dan strategis. Dalam konteks inilah sebenarnya larangan rangkap jabatan dengan jabatan politik menjadi sangat relevan agar para kader Muhammadiyah berkiprah optimal di masing-masing tempat.
Silakan yang menempuh jalur politik berkiprah optimal, profesional, bermoral, dan penuh pertanggungjawaban. Namun, yang berkiprah di dunia pencerahan masyarakat tidak kalah penting, strategis, dan sarat kemaslahatan bagi masa depan umat dan bangsa. Lebih-lebih bagi Muhammadiyah yang sejak awal memang berkiprah di jalur dakwah kemasyarakatan dan tidak di ranah politik. Kader Angkatan Muda Muhammadiyah di berbagai lingkungan organisasi otonom dan lini-lini lainnya, perlu semakin beristiqamah dalam melangkah untuk gerak dakwah dan pencerahan masyarakat. Umat dan bangsa sangat menanti peran mulia dan strategis seperti itu. Memang, tidak mempesona seperti jadi politisi, tapi terhormat. Martabat kader dan pemimpin tidak terletak pada hingar-bingar publik, kendati sering menggoda, tetapi pada kiprah-kiprah kerisalahan sebagaimana jejak para Nabi dan pejuang umat. Jangan takut miskin. Percayalah soal rizki semuanya berada dalam taburan rahmat dan kasih sayang Tuhan. Tuhan pasti selalu memberi jalan-jalan-Nya yang lapang bagi para hamba yang berjuang gigih dan ikhlas dalam menegakkan risalah-Nya. (HNs)

Sumber Kekuatan Umat Islam

Sebagian besar orang-orang yang mengaku sebagai muslim dan mukmin tidak memahami arti islam dan iman yang sesungguhnya. Kata-kata itu hanya sebatas dimulut, melekat di otak tapi tidak terhujam kuat dalam hati dan terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga seringkali kata-kata dan perbuatan yang dilakukan keluar dari ketentuan iman dan islam tanpa disadari.

Dan karena sebab itu juga kaum muslimin tidak dapat bangkit dari ketertindasan, keterbelakangan dan tekanan yang dilancarkan oleh musuh-musuh islam. Kaum kufar begitu leluasa menguasai, mengadu domba, mengatur dan mengacak-acak islam. Dan hari ini kita saksikan kaum muslimin tertindas dimana-mana, harga darah kaum muslimin begitu murahnya, anak-anak tidak berdosa harus merasakan tindakan keji dan wanita-wanita yang telah dirampas kehormatan dirinya.

Kita semua merasa sedih, geram dan marah. Tak sabar rasanya membalas perlakuan kejam dan keji tersebut. Tapi apa dikata, kita tidak punya kekuatan untuk melawan. Teriakan-teriakan kita hanya dibawa angin.

Apa yang menimpa kita sebagai umat islam sebenarnya disebabkan oleh tindakan kita juga. Kalau kita jujur kesalahan itu ada pada diri kita. Kenapa penulis katakan demikian?

Berapa banyakkah kaum muslimin yang telah redup dari dirinya cahaya iman? Dan ia lebih mengisinya dengan kecintaan pada dunia dan segala isinya. Berapa banyakkah kaum muslimin yang hidupnya tidak sejalan dengan ajaran al-Qur`an dan sunah Rasul? Berapa banyakkah kaum muslimin yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan lupa dengan hak-hak saudara se Islam?

Ibarat seseorang yang menjadi santri di sebuah pesantren. Santri yang sikapnya tidak sejalan dengan aturan dan disiplin yang berlaku, apakah akan mendapat perhatian dan pujian dari Direktur? Santri yang setiap hari dilaporkan perilakunya jang keji, sikapnya yang sering buat onar dan akhlaknya yang bejat. Apakah santri semacam ini akan diperhitungkan?

Dan bagi Allah Swt. perumpamaan yang lebih tinggi. Apakah seorang yang mengaku sebagai mukmin dan muslim tapi ternyata sikap dan tindakannya tidak sejalan dengan aturan islam akan mendapat simpati dan belas kasih dari Allah Swt.? Muslim yang hatinya telah kosong dari cinta pada Allah Swt., Rasul Saw. dan berjuang dijalanNya. Muslim yang ketika dikumandangkan Allahu Akbar, ia masih sibuk dengan dunianya, masih asyik bercengkrama dengan istri, masih asyik bermain dengan anak-anaknya, masih sibuk dengan dagangannya? Muslim yang lebih mengikuti hawa nafsunya dari pada patuh pada aturan Allah Swt.?

Bagaimana manusia jenis ini amalnya akan diterima, ibadahnya akan sampai pada Allah Swt., dan do`anya akan dikabulkan. Sedangkan dalam setiap dengus nafasnya tak kosong dari dosa dan maksiat pada Allah Swt.

Sesungguhnya Allah Swt. adalah sumber kekuatan kita yang sebenarnya. Tuhan yang maha kuat yang tidak ada satupun di jagat raya ini yang melebihi kekuatannya. Tuhan yang maha kuasa, yang tidak ada satupun dijagat raya ini yang sanggup menghalangi tindak tanduknya. Tuhan yang kekuasaannya meliputi langit dan bumi.

Inilah yang tidak kita sadari, kita lebih mengedepankan kemampuan kita dan lupa dengan keterbatasan kita. Kita lupa bahwa Allah Swt. adalah penolong kita. Kalau hubungan dengan Allah Swt. terjalin dengan baik, segala kesulitan yang kita hadapi dalam kehidupan ini pasti selalu ada jalan keluarnya. Tidak ada satupun yang sulit bagi Allah Swt. Dalam sekejap Allah Swt. kuasa menghancurkan Amerika, Israel dan musuh-musuh islam lainnya.

Beberapa individu berteriak dengan berbagai cara, lisan dan tulisan. “Islam Harus Dibela”, “Islam Tertindas” dan lain-lainnya. Tapi apa yang bisa dihasilkan oleh teriakan-teriakan itu kalau kita sendiri jauh dari Allah Swt.. Kalau dalam diri kita tidak hidup cahaya iman. Kalau untuk shalat malam saja kita merasa malas, untuk tersenyum terhadap saudara merasa berat, membaca al-Qur`an cepat bosan, kalau untuk membantu saudara yang membutuhkan kita pilih-pilih. Tak ada gunanya siang malam berteriak ditengah manusia kalau kita sendiri tidak mau meneriaki diri kita sendiri yang acap kali lalai dari perintah Allah Swt., jauh dari sunnah Rasul dan cinta pada dunia, kekuasaan, harta dan benci pada kematian.

Sejak jauh-jauh hari Rasulullah Saw. telah mengingatkan pada kita bahwa ketika umat islam tertimpa penyakit al wahn, cinta pada dunia dan benci pada kematian, musuh-musuh Islam akan dengan mudah memporak- porandakan islam.

Dalam sebuah haditsnya Rasululllah Saw. menyampaikan yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a,

“ Apabila umatku sudah mengagungkan dunia, maka tercabutlah dari mereka kehebatan Islam. Dan apabila umatku meninggalkan amar ma`ruf dan nahi mungkar [dakwah], maka diharamkan bagi mereka keberkatan wahyu. Dan apabila umatku saling mencaci maki satu sama lain, maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah Swt..” [HR. Hakim dan Turmudzi]

Untuk bangkit dari keterpurukan global kita harus kembali menyadarkan seluruh umat islam agar benar-benar menancapkan keimanan dalam diri, beramal saleh, menghidupkan amar ma`ruf dan nahyun `an mungkar dan menjaga persatuan diantara kaum muslimin.

Bila suatu ketika kita melihat lukisan singa. Apakah terbersit dihati rasa takut dengan lukisan itu? Tentu tidak. Apa yang bisa diperbuat oleh sebuah benda mati. Tapi bila dikatakan, “Ada seekor singa sedang berkeliaran dirumah Anda?, ”Apa yang terpikir dan terbersit saat itu? Pastinya rasa takut menyelimuti hati dan berpikir keras untuk bisa menyelamatkan diri.

Dalam hal kewibawaan umat islam ibarat singa yang ditakuti oleh musuh-musuhnya. Tapi ketika singa telah mati atau cakar dan taringnya tidak lagi bisa berfungsi dan sakit-sakitan, apakah singa jenis ini akan ditakuti? Apa yang bisa diperbuat oleh singa yang mati atau ompong dan tidak punya cakar serta lemah? Barangkali singa ini akan dilestarikan di kebun binatang untuk jadi bahan tontonan.

Dan apakah yang bisa diperbuat oleh umat islam yang telah mati atau redup dari dirinya cahaya iman, ajaran al-Qur`an dan sunah Rasul dihadapan musuh-musuhnya?

Sekali lagi hanya Allah Swt. penolong kita. Tapi, pertolongan Allah Swt, tidak akan datang begitu saja. Kita harus menyiapkan diri dengan iman dan amal soleh agar pertolongan itu layak kita dapatkan.

Tentang hal ini Allah Swt. telah menjelaskan dalam beberapa ayat, diantaranya,

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum kamu berkuasa....” [An-Nur : 55]

“Dan wajib bagi Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” [Ar-Rum : 47]

“Janganlah kalian [merasa] lemah dan jangan bersedih hati, sebab kalian paling tinggi [derajatnya] jika kalian orang beriman.” [ Ali Imran : 139 ]

Dengan demikian jelas bagi kita bahwa kemuliaan kita, ketinggian, kemenangan dan kebaikan hanya dengan sifat keimanan. Apabila hubungan dengan Allah terjalin baik, al-Qur`an hidup dalam diri kita, ajaran Rasulullah Saw. kita amalkan, maka tunggulah pertolongan yang Allah Swt. janjikan tersebut datang. Karena sesungguhnya Allah swt. tidak pernah ingkar dengan janjiNya.

Tulisan singkat ini sebenarnya belumlah cukup mewakili judul diatas, karena keterbatasan waktu yang penulis miliki. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa memberi manfaat bagi pembaca terutama penulis pribadi. Dan atas segala kekeliruan dan kesalahan yang terdapat dalam tulisan ini, penulis meminta saran, masukan dan kritik membangun dari pembaca, syukran.







__._,_.___