Friday, April 11, 2008

Marjoko dinilai tak punya 'sense of crisis'

PURWOKERTO - Pro dan kontra pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih, Marjoko-Ahmad Husain yang menelan biaya hingga ratusan juta rupiah, kian memanas. Kalangan DPRD menilai hal tersebut sebagai sebuah pemborosan.

Sementara pihak Marjoko menyatakan siap menanggung seluruh biaya pelantikan jika memang ada yang keberatan dengan nominal biaya pelantikan.

Ketua Komisi C DPRD Banyumas, H Subur Widadi BA, Selasa (8/4) mengatakan, pada dasarnya pihaknya tidak mempermasalahkan berapa pun besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pelantikan, asalkan transparan. Namun, kondisi saat ini sebagian APBD tersedot untuk gaji pegawai. Sehingga perlu dilakukan penghematan dalam semua hal, termasuk anggaran untuk acara pelantikan bupati terpilih.

"Sekarang ini alokasi untuk belanja publik sangat minim, sehingga perlu penghematan. Kalau untuk acara pelantikan saja menelan biaya ratusan juta, ya sangat disayangkan," kata Subur.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi A DPRD Banyumas, Hendro Kuncoro. Menurut dia, besarnya anggaran pelantikan menunjukkan kalau bupati terpilih kurang memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap krisis. Sekarang ini masyarakat Banyumas sedang dibelit oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Kalau bupati terpilih peka terhadap kesulitan ekonomi masyarakat, seharusnya pelantikan dilaksanakan secara sederhana saja dan tidak perlu menghambur-hamburkan APBD untuk biaya pelantikan," jelasnya.

Siap ambil alih
Menanggapi kontra atas biaya pelantikan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Marjoko, Wisnu Suhardono mengatakan, jika DPRD keberatan dengan besarnya alokasi anggaran untuk pelantikan, maka pihaknya siap mengambil alih. Pengusaha kelas internasional ini menegaskan, pihaknya tidak ingin dituding menggunakan fasilitas pemerintah untuk acara pelantikan.

"Saya tidak mau belum apaapa Pak Marjoko sudah dituding menggunakan uang negara untuk kepentingan kerabatnya. Karena itu, kalau memang ada pihak-pihak yang keberatan dengan besarnya biaya pelantikan, saya siap mengambil alih semua biaya," tegas Wisnu.

Lebih lanjut adik kandung Marjoko ini mengatakan, sebenarnya sikap DPRD sangat konyol. Mengingat alokasi anggaran pelantikan sudah disetujui oleh DPRD.

"Tidak mungkin eksekutif mengalokasikan anggaran tanpa persetujuan DPRD, jadi ini namanya konyol, menyetujui sendiri sekarang diprotes sendiri, " katanya. hef-T/wawasanj

Pelantikan Bupati Banyumas dilengkapi ’metal detector’

PURWOKERTO - Pelantikan pasangan bupati Banyumas terpilih, Mardjoko-Ahmad Husain, Jumat (11/4) pagi tadi, diwarnai pengamanan super ketat. Ruas jalan utama dari perempatan Palma dan Sawangan ditutup, hanya tamu undangan yang boleh melintas. Begitu pula dengan ruas Jalan Ragasemangsang dan Jalan Masjid. Selain itu tamu undangan juga harus melalui metal detector dan menyerahkan tas bawaan untuk diperiksa petugas. Kapolres Banyumas AKBP Hari Prasodjo mengatakan, sebanyak 724 personel dikerahkan untuk mengamankan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas terpilih. Personel gabungan dari TNI, Polri, Brimob dan Satpol PP tersebut dibagi dalam tiga ring.

Sementara itu sempat beredar isu boikot dari Fraksi PDIP. Isu tersebut santer terdengar sejak tadi malam hingga pagi tadi menjelang pelantikan. Ketua Fraksi PDIP DPRD Banyumas, Bambang Pujianto kepada Wawasan menyatakan, pihaknya juga mendengar tentang isu boikot tersebut.

”Saya juga mendengar kabar tersebut, tetapi semua itu tidak benar. Buktinya sekarang beberapa anggota Fraksi PDIP sudah datang,” kata Bambang. ( wawasan )

Bupati Banyumas Dilantik

12 April 2008


PURWOKERTO-Gubernur Jateng Ali Mufiz meminta kepada bupati dan wakil bupati Banyumas yang baru, Mardjoko-Achmad Husein segera melakukan konsolidasi pascapilkada dengan semua kalangan dan komponen, setelah resmi dilantik di Pendapa Si Panji, kemarin.

”Setelah dilantik dan mulai menjalankan tugas pemerintahan pandai-pandailah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan kerja baru. Kemudian segera lakukan konsolidasi sehingga masyarakat dapat bersatu padu, bahu membahu dan bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur dalam sambutannya usai melantik Mardjoko-Husein.

Pelantikan bupati-wakil bupati hasil pilihan langsung masyarakat ini dihadiri sekitar 2.000 tamu undangan dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal serta RRI.

Pelantikannya juga tergolong paling berkesan karena sejumlah tokoh nasional maupun mantan-mantan pejabat negara hadir secara khusus. Di antaranya Guruh Soekarno Putra, Subiyakto Cakrawerdaya (mantan Menkop), Bambang Kesewo (mantan Mensegneg) serta sejumlah jenderal TNI.

Gubernur juga meminta agar keutuhan dan profesional birokrasi dijaga. Prinsipnya harus tetap mengutamakan merit sistem dalam pengembangan SDM yang diukur dengan indikator-indikator, kepribadian, kompetensi, prestasi serta netralitas.

Kepada bupati dan wakil bupati baru juga diminta segera menguasai aspek terkait penyelenggaraan pemerintahan mulai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta regulasi dan struktur dan kultur lingkungan Pemkab Banyumas.
”Juga jaga hubungan kerja sama dengan unsur muspida, dunia usaha dan elemen masyarakat dalam mendayagunakan potensi daerah. Kemudian segera susun rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) yang mengacu RPJP,” kata Gubernur.

Prima

Dalam melaksanakan tugas lima tahun ke depan, Gubernur juga minta agar pasangan tersebut bisa mengefektifkan waktu untuk penanganan masalah, melaksanakan program kegiatan dan peningkatan pelayanan prima seperti yang pernah dijanjikan saat masa kampanye.

”Saya juga berharap agar bupati-wakil bupati untuk bisa membina kerja sama yang harmonis dan sinergis dengan Pemkab/pemkot di Jateng terutama di wilayah regional Barlingmascakeb misalnya untuk jaringan perdagangan dan industri, agrobisnis dan lain-lain,” ujarnya.

Terkait soal pembangunan daerah, Ali Mufiz juga meminta agar memerhatikan pemantapan penyusunan tata ruang, peningkatan sarana dan prasarana perekonomian daerah, peningkatan sarana dan prasarana SDA. Peningkatan penanganan masalah yang menyangkut kebutuhan dan kepentingan langsung masyarakat khususnya masalah pendidikan kesehatan.
”Tak lupa juga kami minta untuk ikut menyukseskan jalannya Pilgub Jateng,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memuji bahwa pelaksanaan pilbup yang berjalan aman, tertib, lancar dan sukses merupakan prestasi tersendiri bagi KPUD, Panwas dan masyarakat Banyumas pada umumnya dalam berdemokrasi.
Keberhasilan itu juga harus segera ditindaklanjuti secara kongkrit sehingga pelaksanaan demokrasi itu bisa memberikan daya guna yang besar bagi kepentingan daerah dan masyarakatnya.

”Itu semua juga berkat sikap legawa dari calon-calon yang lain. Fenomena itu sesuai dengan nilai masyarakat Banyumas yang cablaka, seduluran dan apa anane,” tegasnya. (G22-55)