Orang yang selalu menyalahkan orang lain, mereka sendiri masih jauh dari tujuan yang ingin dicapai, orang yang selalu menyalahkan dirinya sendiri, setengah dari tujuan telah tercapai (part of the problem), orang yang tidak prenah menyalahkan siapapun, merekalah yang telah mencapai tujuan (part of the solution)
HESMI
Sunday, February 10, 2008
Saturday, February 9, 2008
Umat Islam Hadapi Kondisi Stagnasi
Sabtu, 09 Februari 2008
MALANG- Muhammadiyah dan umat Islam kini menghadapi tantangan berat, sehingga memerlukan pilar penyangga di antaranya dari perguruan tinggi. Tantangan saat ini adalah kondisi stagnasi umat Islam.
"Umat Islam ini sebenarnya mayoritas tapi sebenarnya mentalnya minoritas. Apalagi dengan munculnya beberapa sempalan yang membuat kita prihatin," kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat pelantikan Muhadjir menjadi rektor UMM masa jabatan ketiga di Dome UMM, baru-baru ini.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berkepentingan mengangkat kembali Rektor Universitas Muhammadyah Malang yang lama Dr Muhadjir Effendy MAP untuk periode 2008 - 2012. Alasannya, masih banyak tugas yang harus diselesaikan rektor dan harus mengerahkan semua kemampuan untuk membesarkan UMM dan Muhammadiyah secara keseluruhan.
"Ini sudah dilakukan UMM dengan menempatkan perguruan tinggi ini menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya di bawah naungan Muhammadiyah, tapi tetap harus ditingkatkan" kata Haedar
Di Indonesia terdapat 157 perguruan tinggi Muhammadiyah namun menurut data Khoiril Anwar dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah hanya ada lima perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa lebih dari 10 ribu orang.
Terbaik
Teratas, UM Surakarta dengan 22.000 mahasiswa, UM Malang (18.000), UM Achmad Dahlan (12.800), UM Makassar (12.000) dan UM Yogyakarta (11.500). Sisanya hanya pada kisaran di bawah 10 ribu mahasiswa.
UMM berdasar data dari Dikti Depdiknas 2007 menjadi salah satu dari 50 universitas terbaik di Indonesia, dan versi majalah Globe Asia tahun 2008 menempatkan UMM pada urutan ke-17 dari 20 universitas terbaik. Dari penilaian pengurus Muhammadiyah UMM menjadi penyelenggara muktamar Muhammadiyah paling modern dan tahun 2006 menjadi penyelenggara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional terbaik.
Dr H Muhadjir Effendy MAP menjadi pelopor dan peletak dasar UMM berbasis IT di Malang, memelopori enterpreneur university melalui unit bisnis untuk menunjang keuangan universitas di antaranya dengan mendirikan UMM Dome, University Inn, UMM Book store, rumah susun sewa sederhana bahkan rencana mendirikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan pendirian rumah sakit, serta akan diresmikan program S3 untuk sosial politik.(jo-77)
MALANG- Muhammadiyah dan umat Islam kini menghadapi tantangan berat, sehingga memerlukan pilar penyangga di antaranya dari perguruan tinggi. Tantangan saat ini adalah kondisi stagnasi umat Islam.
"Umat Islam ini sebenarnya mayoritas tapi sebenarnya mentalnya minoritas. Apalagi dengan munculnya beberapa sempalan yang membuat kita prihatin," kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat pelantikan Muhadjir menjadi rektor UMM masa jabatan ketiga di Dome UMM, baru-baru ini.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berkepentingan mengangkat kembali Rektor Universitas Muhammadyah Malang yang lama Dr Muhadjir Effendy MAP untuk periode 2008 - 2012. Alasannya, masih banyak tugas yang harus diselesaikan rektor dan harus mengerahkan semua kemampuan untuk membesarkan UMM dan Muhammadiyah secara keseluruhan.
"Ini sudah dilakukan UMM dengan menempatkan perguruan tinggi ini menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya di bawah naungan Muhammadiyah, tapi tetap harus ditingkatkan" kata Haedar
Di Indonesia terdapat 157 perguruan tinggi Muhammadiyah namun menurut data Khoiril Anwar dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah hanya ada lima perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa lebih dari 10 ribu orang.
Terbaik
Teratas, UM Surakarta dengan 22.000 mahasiswa, UM Malang (18.000), UM Achmad Dahlan (12.800), UM Makassar (12.000) dan UM Yogyakarta (11.500). Sisanya hanya pada kisaran di bawah 10 ribu mahasiswa.
UMM berdasar data dari Dikti Depdiknas 2007 menjadi salah satu dari 50 universitas terbaik di Indonesia, dan versi majalah Globe Asia tahun 2008 menempatkan UMM pada urutan ke-17 dari 20 universitas terbaik. Dari penilaian pengurus Muhammadiyah UMM menjadi penyelenggara muktamar Muhammadiyah paling modern dan tahun 2006 menjadi penyelenggara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional terbaik.
Dr H Muhadjir Effendy MAP menjadi pelopor dan peletak dasar UMM berbasis IT di Malang, memelopori enterpreneur university melalui unit bisnis untuk menunjang keuangan universitas di antaranya dengan mendirikan UMM Dome, University Inn, UMM Book store, rumah susun sewa sederhana bahkan rencana mendirikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan pendirian rumah sakit, serta akan diresmikan program S3 untuk sosial politik.(jo-77)
Kampanye, Staf Pemdes Dilaporkan
Sabtu, 09 Februari 2008 BANYUMAS
PURWOKERTO-Yudo, staf Bagian Pemerintahan Desa Setda Banyumas dilaporkan kepada Panwas Banyumas karena kepergok kampanye untuk pasangan Singgih-Laily di Grumbul Kampung Baru, Desa Panusupan, Kamis malam lalu.
Pelapornya Suyanto, warga Karangendep, Kecamatan Patikraja yang menjadi relawan BP. Saat melapor disertai beberapa saksi, antara lain Sirun dan Saefudin dari Desa Kasegeran, Cilongok yang ikut memantau bersama aparat keamanan. Laporannya diterima oleh Ketua Panwas Tri Wuryaningsih dan anggotanya FA Agus Wahyudi sekitar pukul 11.00, kemarin.
Menurut pelapor, saat memberikan sambutan pada acara Suran di rumah Dilem, warga RT 09 RW 08 Yudo terang-terangan meminta yang hadir memilih Singgih-Laily. Yudo menyampaikan ajakan itu sekitar pukul 23.22. Kalau menang, pasangan yang didukung bakal mengaspal jalan desa tersebut.
''Saya dan relawan melaporkan ke Panwas karena mendengar langsung pidatonya yang mengajak warga memilih pasangan Singgih-Laily. Padahal dia kan PNS dan sekarang masa tenang yang dilarang untuk kampanye,'' tutur Suyanto.
Acara Suran itu, kata dia, dihadiri sekitar 150 warga. Pengundang hanya mengundang Camat Cilongok dari unsur pemerintah, namun tidak hadir. Usai pidato Yudo ditanyai oleh pelapor dan beberapa saksi di depan warga, tetapi tak bisa menunjukkan undangan resminya.
''Saat kami minta diselesaikan di desa, ia menawarkan di kecamatan saja. Namun dalam perjalanan dari desa ke kecamatan ia menghilang (naik sepeda motor-Red). Mobilnya sampai tadi (kemarin-Red) masih ditinggal di sana (Panusupan),'' jelas Suyanto.
Klarifikasi
Yudo hingga semalam tak bisa dihubungi. Ponselnya tidak aktif. Kabag Pemdes, Fatikul Iksan, ketika dikonfirmasi mengatakan Yudo kemarin izin tidak masuk. Namun yang bersangkutan tidak menjelaskan kejadian Kamis malam di Panusupan. ''Tadi pagi (kemarin-Red) ia menelepon untuk izin tak masuk kantor. Saya baru tahu persoalannya setelah dikabari wartawan,'' ujar Fatikul
FA Agus Wahyudi mengatakan setelah menerima laporan itu hari ini pihaknya akan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan. ''Kami juga banyak menerima laporan lewat telepon dan SMS bahwa beberapa oknum pejabat dua tiga hari ini terang-terangan kampanye dan koordinasi ke bawah untuk pemenangan calon tertentu. Itu tidak benar. Katanya PNS dan birokrasi netral, mestinya bupati mengendalikan dan tidak berkesan dibiarkan,'' tandasnya.
Dalam masa tenang Panwascam Cilongok juga menemukan penyebaran contoh kartu suara bergambar pasangan Singgih-Laily yang dibagikan bersamaan dengan pembagian undangan dan kartu pemilih oleh oknum petugas.
Ketua Panwascam Cilongok, Joko Suratno, mengatakan kasus tersebut antara lain ditemukan di Desa Panusupan, Kamis lalu.
''Kami mengamankan 15 contoh kartu suara sebagai bukti dan sebagian kami serahkan ke Panwas untuk ditindaklanjuti,'' jelasnya. (G22,H47-27)
--------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA
PURWOKERTO-Yudo, staf Bagian Pemerintahan Desa Setda Banyumas dilaporkan kepada Panwas Banyumas karena kepergok kampanye untuk pasangan Singgih-Laily di Grumbul Kampung Baru, Desa Panusupan, Kamis malam lalu.
Pelapornya Suyanto, warga Karangendep, Kecamatan Patikraja yang menjadi relawan BP. Saat melapor disertai beberapa saksi, antara lain Sirun dan Saefudin dari Desa Kasegeran, Cilongok yang ikut memantau bersama aparat keamanan. Laporannya diterima oleh Ketua Panwas Tri Wuryaningsih dan anggotanya FA Agus Wahyudi sekitar pukul 11.00, kemarin.
Menurut pelapor, saat memberikan sambutan pada acara Suran di rumah Dilem, warga RT 09 RW 08 Yudo terang-terangan meminta yang hadir memilih Singgih-Laily. Yudo menyampaikan ajakan itu sekitar pukul 23.22. Kalau menang, pasangan yang didukung bakal mengaspal jalan desa tersebut.
''Saya dan relawan melaporkan ke Panwas karena mendengar langsung pidatonya yang mengajak warga memilih pasangan Singgih-Laily. Padahal dia kan PNS dan sekarang masa tenang yang dilarang untuk kampanye,'' tutur Suyanto.
Acara Suran itu, kata dia, dihadiri sekitar 150 warga. Pengundang hanya mengundang Camat Cilongok dari unsur pemerintah, namun tidak hadir. Usai pidato Yudo ditanyai oleh pelapor dan beberapa saksi di depan warga, tetapi tak bisa menunjukkan undangan resminya.
''Saat kami minta diselesaikan di desa, ia menawarkan di kecamatan saja. Namun dalam perjalanan dari desa ke kecamatan ia menghilang (naik sepeda motor-Red). Mobilnya sampai tadi (kemarin-Red) masih ditinggal di sana (Panusupan),'' jelas Suyanto.
Klarifikasi
Yudo hingga semalam tak bisa dihubungi. Ponselnya tidak aktif. Kabag Pemdes, Fatikul Iksan, ketika dikonfirmasi mengatakan Yudo kemarin izin tidak masuk. Namun yang bersangkutan tidak menjelaskan kejadian Kamis malam di Panusupan. ''Tadi pagi (kemarin-Red) ia menelepon untuk izin tak masuk kantor. Saya baru tahu persoalannya setelah dikabari wartawan,'' ujar Fatikul
FA Agus Wahyudi mengatakan setelah menerima laporan itu hari ini pihaknya akan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan. ''Kami juga banyak menerima laporan lewat telepon dan SMS bahwa beberapa oknum pejabat dua tiga hari ini terang-terangan kampanye dan koordinasi ke bawah untuk pemenangan calon tertentu. Itu tidak benar. Katanya PNS dan birokrasi netral, mestinya bupati mengendalikan dan tidak berkesan dibiarkan,'' tandasnya.
Dalam masa tenang Panwascam Cilongok juga menemukan penyebaran contoh kartu suara bergambar pasangan Singgih-Laily yang dibagikan bersamaan dengan pembagian undangan dan kartu pemilih oleh oknum petugas.
Ketua Panwascam Cilongok, Joko Suratno, mengatakan kasus tersebut antara lain ditemukan di Desa Panusupan, Kamis lalu.
''Kami mengamankan 15 contoh kartu suara sebagai bukti dan sebagian kami serahkan ke Panwas untuk ditindaklanjuti,'' jelasnya. (G22,H47-27)
--------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)