Monday, October 1, 2007

Detik Portal, 2 Oktober2007

Jakarta, Akhirnya Gubernur DKI Sutiyoso resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2009. Sejumlah tokoh menghadiri deklarasi itu.

"Bismillahirrahmaanirrahiim, saya menyatakan, saya siap mencalonkan diri sebagai capres RI," ujar Sutiyoso di depan ribuan undangan di Ballroom Ulos Hotel Four Season, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (1/10/2007).

Ucapan itu langsung disambut riuh tepuk tangan hadirin. Selanjutnya belasan anak kecil yang mengenakan baju daerah menyanyikan lagu Padamu Negeri.

Sutiyoso yang mengenakan kemeja putih berlapis jas abu-abu dan celana bahan hitam tampak didampingi istri dan kedua anaknya. Di sela-sela undangan, tampak sejumlah tokoh antara lain, Abdurrahman Wahid, mantan Kepala BIN Hendropriyono, Ryaas Rasyid, Eros Djarot, Sophan Sophiaan, Ketua Umum DPW PAN DKI Jakarta Andi Anshar, budayawan Taufik Ismail, hingga petinju Chris John.

Dalam pidatonya, Sutiyoso menyebut 5 hal penting yang akan dia lakukan. Pertama, membangun masa depan bersama dengan menghargai nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kemajuan Indonesia.

"Kedua, reformasi belum mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik. Kita masih belum mampu merumuskan konsep dasar reformasi. Untuk itu perlu dibuat sebuah konsep yang dilandasi pancasila dan UUD 1945," jelas Sutiyoso.

Ketiga, janji Sutiyoso, dia akan melindungi masyarakat Indonesia dan mensejahterakan rakyat dalam pembangunan. Nantinya, pembangunan itu harus dilaksanakan di setiap daerah dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Keempat, Sutiyoso menilai pembangunan memerlukan suasana ketentraman yang menjamin kemanaan. Oleh karena itu dia menilai perlunya dibangun ketahanan yang bertumpu pada masyarakat.

"Kelima, politik luar negeri harus bebas aktif. Tidak boleh ada intervensi dari pihak luar terhadap sisi ekonomi, maupun politik Indonesia," urai dia.

Baliho Calon Bupati Berseragam SD

Selasa, 02 Oktober 2007

PURWOKERTO(SM)-Caroko Wibowo, salah satu calon bupati yang ikut mendaftar lewat PDI-P Banyumas kemarin mulai memasang sejumlah baliho. Namun baliho yang dipasang terkesan aneh, bergambar dirinya berpakaian ala siswa SD.

Dari pengamatan Suara Merdeka, baliho semacam itu setidaknya dipasang di dua lokasi. Yakni di pertigaan Jl Dr Angka tembusan dari Jl Gereja. Di lokasi ini balihonya berukuran sekitar 6X4 meter. Kedua di kompleks bundaran air mancur Berkoh. Namun ukurannya lebih kecil.

Di bagian atas baliho tertulis ''utamakan pendidikan dengan mempermudah syarat upers (ujian persamaan)''. Sedangkan bagian bawah tertulis nama Caroko Wibowo. Untuk sebutan calon bupati juga tidak muncul.

Baliho itu juga menjadi perhatian bagi pengguna jalan yang lewat. Pada papan informasi itu, juga terpasang peneng dari KPPI, sebagai bukti si pemasang telah membayar pajak reklame.

Pemberitahuan kepada kalangan wartawan juga disampaikan lewat pesan SMS oleh pihak tertentu, yang mengaku tim suksesnya. Dalam pesan lewat SMS tertulis ''telah terpasang baliho ukuran 6 meter persegi calon bupati alternatif untuk Banyumas Caroko Wibowo, di pertigaan Jl dokter Angka-Jl Gereja.''

Namun saat nomer telepon seluler pihak yang mengaku tim sukses CW dihubungi, sudah tidak aktif. Secara terpisah Ketua DPC PDI-P Suherman menanggapi hal itu menyatakan tidak mempersoalkan. Itu menjadi urusan pihak pemasang atau tim suksesnya.

''Cara berkomunikasi seseorang kan berbeda-beda. Mungkin ia merasa nyaman dengan cara seperti itu, ya silakan saja. Toh masyarakat juga bisa menilainya,'' ujarnya.

Soal keikutsertaan CW mendaftar di DPDI-P beberapa waktu lalu, Suherman mengatakan, hasil verifikasi tim DPC tidak meloloskan. Sebab cara yang dilakukan tidak membuat simpati. Namun keikutsertaannya mendaftar tetap dihargai, sebab yang bersangkutan juga warga Banyumas. ''Sejak awal kami membuka pendaftaran secara terbuka dan respon masyarakat atau pendaftar banyak,'' tandasnya. (G22,in-74)

KPR Usung BP, PDI-P Siap Berkoalisi

logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 BANYUMAS
Line


PURWOKERTO-Koalisi Poros Rakyat (KPR), gabungan Partai Demokrat, PKS dan aliansi 12 partai nonparlemen, kemarin akhirnya resmi memutuskan untuk mengusung Bambang Priyono (BP) sebagai calon bupati maju dalam Pilbup 10 Pebruari 2008 mendatang. Sedangkan untuk calon wakil bupati diserahkan kepada calon bupati yang terpilih serta menunggu koalisi lebih lanjut dengan partai-partai lain di luar KPR.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan tiga komponen yang berkoalisi. Masing-masing, Ketua DPC Demokrat, Widodo Dwi Prastowo, Ketua DPD PKS, Ibnu Salimi dan Makmur, yang diberi mandat menggantikan ketua aliansi partai nonparlemen Untung Sarwono Hadi yang masih sakit.

Keputusan mengusung BP dihasilkan lewat voting setelah musyawarah mufakat tidak tercapai. Demokrat dan PKS memilih nama BP karena mendapat nilai tertinggi di partainya. Itu diperkuat hasil konsultasi dengan pimpinan partai di atasnya. Sedangkan aliansi partai nonparlemen abstain. Sebab aliansi mengusung nama Warman Suharno dan Imam Durori.

''Hasil keputusan itu juga disepakati mengikat. Namun kalau dari aliansi masih ada yang keberatan atau tidak bergabung kembali tetap dipersilakan. Kami secepatnya menunggu kelengkapan berkas administrasi untuk persiapan mendafatarkan ke KPU nanti,'' kata Ibnu Salimi selaku juru bicara bersama Ketua Tim Sembilan KPR Agus Wijayanto dalam keterangan pers usai rapat, kemarin.

Rapat Pleno

Makmur mengatakan, setelah hasil itu, aliansi dalam waktu beberapa hari ini akan melakukan pleno. Lebih lanjut Widodo dan Ibnu mengatakan, setelah ini pihaknya akan mempersiapkan untuk deklarasi dan terus menjajaki untuk berkoalisi dengan PDI-P, PPP maupun partai lain. PDI-P dan PPP di antaranya juga memunculkan nama BP. Sedangkan PAN tidak muncul nama BP.

Secara terpisah Ketua DPC PDI-P, Suherman mengatakan, kendati dari DPP belum ada rekomendasi partainya tetap akan berkoalisi. Sebab kemenangan calon bukan hanya didukung banyak partai saja. Namun harus melibatkan banyak komponen. ''Dalam waktu dekat kami juga akan mengundang partai-partai yang sejalan dan ada kecenderungan dukungan sama dengan calon yang kami usung untuk bertemu,'' katanya.

Soal verifikasi berkas calon bupati dan wakil yang masuk, lanjut dia, sekarang tinggal menunggu verifikasi dari tim DPD Jateng. Satu-dua hari ini DPC akan ke Semarang untuk segera menyelesaikan hasil verifikasi. ''Setelah itu kami menyiapkan Rakercabsus sambil menunggu hasil rekomendasi DPP.'' (G22,in-55)
Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA